Home » , » Teknik Jitu Mempercepat Loading Situs di VPS atau Dedicated Hosting

Teknik Jitu Mempercepat Loading Situs di VPS atau Dedicated Hosting

Written By Unknown on Sabtu, 16 Februari 2013 | 18:50

CSE VPS Hosting
CSE VPS Hosting

Dunia internet berkembang dengan pesat ditandai dengan munculnya jutaan situs baru setiap harinya. Jutaan situs tersebut saling bersaing untuk memperoleh pengunjung dengan menggunakan berbagai macam upaya. Pengembang situs menggunakan berbagai macam upaya untuk menarik pengunjung, seperti halnya dengan cara mempercantik situs dan melakukan optimasi situs pencari (SEO). Berbagai macam upaya tersebut seringkali dilakukan secara berlebihan sehingga tampilan situs terlihat terlalu penuh dengan berbagai macam widget dan menu yang seringkali kurang bermanfaat bagi pengunjung. Optimasi SEO dengan script pemrograman yang berlebihan juga dapat menyulitkan pengunjung karena situs justru lebih bagus di mata search engine namun mengabaikan pengunjung sesungguhnya. Upaya berlebihan yang kontra produktif membuat loading situs menjadi berat dan susah diakses oleh pengunjung. Loading situs yang lambat juga akan turun nilai SEO-nya dimata search engine karena search engine juga mengalami kesulitan dalam mengakses situs tersebut
Langkah berlebihan seperti diatas selain berdampak buruk juga dapat menghabiskan resource pada server webhosting. Resource pada server webhosting seperti processor dan memory umumnya terbatas, apalagi jika webhosting yang digunakan merupakan layanan shared hosting. Resource pada satu server shared hosting digunakan bersama untuk puluhan hingga ratusan situs. Jika ada situs yang memakan resource terlalu banyak maka situs tersebut bisa mendapatkan penalti dari pengelola webhosting. Pengelolaan sumber daya pada shared hosting tergantung sepenuhnya pada pengelola webhosting tersebut. Pengguna shared hosting hanya bisa mengatur penggunaan sumber daya melalui konfigurasi pada aplikasi situsnya saja.
Pada VPS dan Dedicated hosting pengguna dapat mengelola penggunaan resource secara lebih leluasa. Pada VPS server sumber daya masih dibagi untuk beberapa pengguna pada satu servernya secara virtual. Sedangkan pada dedicated server sumber daya hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja. Pengelolaan resource disini tidak terbatas pada aplikasi situs saja namun dapat menyentuh hingga konfigurasi sistem operasi, aplikasi webserver serta aplikasi penunjang lainnya. Pengembang situs wajib melakukan pembenahan pada situs agar dapat menarik pengunjung sekaligus nyaman untuk diakses. situs dengan proses loading yang cepat selain bermanfaat meningkatkan nilai SEO sekaligus juga memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Waktu loadingsitus yang cepat juga dapat meningkatkan jumlah pengunjung karena situs dapat melayani lebih banyak pengunjung dengan waktu yang sama.
Pembenahan situs agar waktu loading yang dibutuhkan menjadi lebih cepat dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. Secara garis besar teknik yang dilakukan untuk mempercepat loading situs dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
  • Konfigurasi pada sisi server atau hosting (hanya dapat dilakukan pada VPS dan Dedicated Hosting).
  • Pengembangan dan pengaturan pada aplikasi situs.
  • Pemanfaatan teknologi server terdistribusi seperti Content Delivery Network (CDN).

Teknik diatas akan dijabarkan masing-masing pada bagian dibawah ini.
Konfigurasi pada sisi server atau hosting
Teknik yang digunakan dalam mengatur server agar waktu loading yang dibutuhkan website semakin cepat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
  • Pemilihan dan konfigurasi sistem operasi yang tepat. Sistem operasi yang umumnya digunakan pada VPS atau Dedicated hosting adalah sistem operasi berbasis UNIX/LINUX seperti Centos, Debian, Slackware, Ubuntu, Redhat dan lain sebagainya. Sistem operasi tersebut tersedia dalam format 32bit ataupun 64bit. Jika VPS atau Dedicated hosting yang digunakan memiliki memory dibawah 4GB maka disarankan menggunakan sistem operasi 32bit. Jika server yang digunakan memiliki memory lebih dari
  • ·4GB maka sistem operasi 64bit yang harus digunakan. Sistem operasi tersebut dapat dikonfigurasi secara optimal dengan menghilangkan aplikasi-aplikasi yang tidak terlalu diperlukan seperti aplikasi rsyslog atau portmap.
  • Pemilihan aplikasi webserver. Aplikasi webserver merupakan aplikasi utama yang sangat diperlukan oleh situs agar dapat berjalan. Aplikasi webserver seperti Apache menawarkan fitur yang kaya sekaligus membutuhkan resource yang cukup besar. Pengembang website dapat beralih ke aplikasi webserver lain yang lebih ringan seperti NGINX ataupun Lighttpd. Aplikasi webserver NGINX ataupun Lighttpd sudah terbukti sangat handal untuk melayani pengunjung dalam jumlah banyak pada saat yang bersamaan.
  • Penggunaaan aplikasi proxy cache. Aplikasi proxy cache berguna untuk mempercepat konten situs yang bersifat statis seperti file html, jpg, css dan lain sebagainya. Aplikasi ini bekerja dengan menyiapkan konten-konten tersebut didalam memori sehingga akan mempercepat waktu loading situs. Aplikasi seperti Varnish, Haproxy ataupun Squid dapat dimanfaatkan sebagai proxy cache.
  • Penggunaan aplikasi memory cache. Aplikasi memory cache akan menyimpan objek-objek database yang kerapkali diakses oleh aplikasi situs. Aplikasi seperti Memcached dan Membase akan bertugas memuat objek-objek database didalam memory agar siap untuk diakses dalam waktu yang cepat.
  • Penggunaan PHP Accelerator. PHP Accelerator merupakan aplikasi yang akan mempercepat eksekusi skrip-skrip PHP pada suatu situs. Aplikasi Seperti PHP-APC, Eaccelerator dan XCache merupakan aplikasi PHP Accelerator yang banyak dimanfaatkan oleh pengembang situs untuk mempercepat waktu loading.
  • Mengoptimalkan konfigurasi PHP. Konfigurasi PHP yang ada pada file php.ini dapat dioptimasi agar tidak memakan resource pada hosting secara berlebihan. Mengurangi modul-modul PHP yang tidak diperlukan juga dapat meringankan kerja server hosting.
  • Mengoptimalkan database MySQL. Database MyQLyang optimal dapat membantu kerja situs menjadi lebih ringan. Alokasi memori dan pengaturan MySQL yang tepat dapat mempercepatloading situs. Database situs yang cukup besar membutuhkan perawatan seperti pengaturan index, pengurangan ukuran database dan pemeriksaan database dari kerusakan struktur.

Pengembangan dan pengaturan pada aplikasi situs
Teknik untuk mengoptimalkan waktu loading situs dapat diterapkan pada saat pengembangan situs jika aplikasi situs yang digunakan merupakan program yang dikembangkan sendiri. Jika aplikasi situs yang digunakan merupakan aplikasi Content Management System yang sudah populer seperti Joomla ataupun WordPress, maka langkah optimalisasi dapat dilakukan dengan optimasi konfigurasi dan penggunaan modul atau plugin yang dapat mempercepat loading situs. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:
  • Pengaturan browser caching. Objek-objek yang disimpan dalam cache suatu browser dapat dioptimalkan usianya agar tidak selalu direquest dari situs. Objek seperti file javascript dapat dioptimalkan waktu expirenya lebih lama agar mengurangi beban loading situs.
  • Mengecilkan ukuran gambar. File gambar dengan ukuran kecil tentunya akan cepat dimuat jika dibandingkan dengan file dengan ukuran besar. Gambar yang dikompresi lebih kecil dapat mempercepat waktu loading situs.
  • Mengurangi jumlah skrip Javascript yang dijalankan. Jumlah skrip Javascript yang dieksekusi pada suatu halaman situs menentukan cepatnya waktu loading. Skrip tersebut umumnya ada pada widget pada sidebar maupun pada tampilan iklan seperti Adsense. Semakin sedikit skrip yang dijalankan maka situs akan semakin ringan dan cepat.
  • CSS untuk mempercantik tampilan situs.  Pemanfaatan  Cascading Style Sheets (CSS) untuk mempercantik tampilan situs lebih efisien jika dibandingkan dengan penggunaan gambar atau animasi. Penggunaan banyak gambar atau animasi akan memperlambat waktu loading situs.
  • Mengoptimalkan skrip pemrograman. Skrip yang panjang akan membutuhkan waktu yang lama untuk dijalankan. Skrip PHP yang dikembangkan kurang baik dapat menyita resourcedari hosting. Skrip yang singkat dan optimal akan mengurangi beban dari server hosting.
  • Mengurangi jumlah plugin, module atau extension pada CMS. Plugin yang terlalu banyak pada suatu CMS dapat membebani kerja suatu situs. Fungsi-fungsi sederhana yang ingin ditambahkan pada suatu CMS sebaiknya dapat ditambahkan langsung pada skrip PHP CMS tersebut tanpa melalui plugin, module atau extension.
  • Menginstall plugin cache dan kompresi pada CMS. CMS seperti WordPress dan Joomla memiliki jumlah plugin yang sangat banyak. Beberapa plugin menawarkan fungsi penyimpanan objek dinamik dan kompresi objek-objek statis. Plugin seperti W3 Total Cache dan WP Super Cache dapat mengubah objek dinamik seperti halaman PHP menjadi objek statis sekaligus melakukan kompresi agar ukurannya menjadi lebih kecil. Plugin-plugin tersebut umumnya juga menyediakan fitur penyimpanan file statis pada jarinan Cloud Computing atau Content Delivery Network (CDN).

Pemanfaatan teknologi distribusi server seperti Content Delivery Network (CDN)
Perkembangan teknologi server dan internet saat ini memungkinkan pendistribusian suatu situs pada lokasi-lokasi server yang lebih dekat bagi pengunjungnya. Situs-situs besar seperti Google, Yahoo, Amazon dan Facebook telah memanfaatkan teknologi Content Delivery Network (CDN). Teknologi CDN merupakan teknologi pendistribusian file-file statis ke lokasi server di seluruh dunia. Sebagai contoh situs Facebook yang berkantor pusat di Amerika memiliki banyak server CDN diseluruh dunia untuk mempercepat layanan bagi pengunjungnya. Kini penggunaan teknologi CDN tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan internet yang besar saja. Situs ataupun blog dengan pengunjung yang banyak dapat terbantu dengan adanya teknologi CDN. Pemilik situs atau blog dapat memanfaatkan layanan dari penyedia CDN yang beberapa diantaranya menawarkan layanan Trial ataupun layanan gratis yang terbatas. Beberapa penyedia layanan CDN yang terkemuka diantaranya adalah:
  • Akamai Technologies
  • Amazon CloudFront
  • MaxCDN
  • CacheFly
  • CloudFlare

Penerapan teknik-teknik diatas diharapkan dapat mempercepat waktu loading suatu situs. Kinerja suatu situs pada saat loading dapat diukur dengan layanan-layanan benchmark yang telah disediakan oleh search engine seperti Google PageSpeed Insight dan Yahoo Yslow. Pengembang situs juga dapat mengukur waktu loading situsnya dengan simulasi lokasi diseluruh dunia dengan memanfaatkan layanan situs Loads.in. Situs dengan waktu loading yang cepat dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya sekaligus dapat meningkatkan kualitas situs dimata search engine.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : CSE Group | CSE Hosting | CSE Media Solusi Informasi
Copyright © 2013. CSE hosting - All Rights Reserved
CSE Hosting Office Jl. Kayu Manis Timur No. 2 Matraman Jakarta 13120
SMS Phone : 0813-8375-6066 Email : sales@cse-hosting.com